Kabupaten Simeulue yang terletak di gugusan pulau terluar Samudera Hindia menyimpan kekayaan bawah laut yang tak tertandingi, menjadikannya surga tersembunyi bagi para penyelam. Belakangan ini, tren Diving Simeulue mulai bergeser dari sekadar aktivitas wisata menjadi sebuah gerakan konservasi yang dipelopori oleh kalangan akademisi. Para pemuda yang menempuh pendidikan tinggi kini melihat kedalaman laut bukan hanya sebagai tempat rekreasi, melainkan sebagai tanggung jawab besar yang harus dijaga kelestariannya. Melalui kombinasi antara keahlian menyelam dan pemahaman ekologi, mereka menciptakan standar baru dalam menikmati keindahan alam bawah air secara bertanggung jawab.
Bagi seorang penyelam pemula, memulai Hobi Mahasiswa yang satu ini memerlukan persiapan yang matang, baik dari segi fisik maupun mental. Menyelam di perairan Simeulue yang memiliki karakteristik arus yang cukup menantang menuntut ketenangan tingkat tinggi. Mahasiswa diajarkan untuk menguasai teknik buoyancy atau pengaturan daya apung agar tidak merusak terumbu karang saat bergerak di bawah air. Keterampilan ini sangat krusial karena sentuhan kecil saja pada polip karang dapat mematikan pertumbuhan organisme tersebut yang telah memakan waktu puluhan tahun untuk berkembang. Oleh karena itu, sertifikasi selam yang mereka ambil bukan sekadar formalitas, melainkan bukti kompetensi dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan.
Gerakan ini juga memiliki misi utama untuk Jaga Ekosistem Laut dari ancaman kerusakan akibat aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab. Dalam setiap sesi penyelaman, para mahasiswa seringkali membawa kantong sampah khusus untuk memungut sisa-sisa plastik atau jaring nelayan yang tersangkut di terumbu karang. Mereka juga melakukan monitoring terhadap kesehatan karang dan populasi ikan endemik secara berkala. Data-data yang dikumpulkan dari pengamatan bawah air ini kemudian didiskusikan dalam forum-forum ilmiah di kampus sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap riset kelautan daerah. Dengan demikian, setiap hembusan napas dari tabung oksigen mereka memiliki nilai manfaat bagi alam.
Keindahan bawah laut Simeulue yang meliputi gua-gua bawah air dan hamparan soft coral yang berwarna-warni menjadi daya tarik utama yang memacu semangat para mahasiswa. Namun, mereka sadar bahwa daya tarik ini harus dikelola dengan prinsip keberlanjutan. Melalui Olahraga Air yang terukur, mereka juga mempromosikan gaya hidup sehat yang selaras dengan alam.
