Kepulauan Simeulue yang dikenal dengan keindahan alam baharinya yang memukau, kali ini menjadi saksi dari sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh hati. Di tengah kesibukan para mahasiswa atlet dalam mempersiapkan berbagai ajang kompetisi, mereka menyisihkan waktu dan tenaga untuk menyelenggarakan sebuah agenda sosial yang mulia. Kegiatan yang bertajuk pemberian santunan yatim ini merupakan inisiatif murni dari Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) cabang Simeulue sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap anak-anak yang telah kehilangan orang tua di wilayah kepulauan tersebut.
Momen ini bukan sekadar tentang penyerahan bantuan materiil semata, melainkan sebuah upaya untuk membangun ikatan emosional antara kalangan akademisi olahraga dengan masyarakat luas. Melalui semangat untuk berbagi bahagia, para mahasiswa ingin menunjukkan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya diukur dari medali yang dikalungkan di leher, tetapi juga dari seberapa besar dampak positif yang bisa mereka berikan kepada lingkungan sekitar. Anak-anak yatim yang hadir dalam acara tersebut disambut dengan berbagai permainan edukatif dan motivasi agar mereka tetap memiliki semangat juang yang tinggi dalam mengejar cita-cita, layaknya seorang atlet di lapangan hijau.
Proses penggalangan dana untuk santunan ini dilakukan secara kolektif, melibatkan sumbangan dari para pengurus, donatur lokal, hingga hasil dari kegiatan amal yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa. Hal ini mencerminkan kemandirian dan integritas pemuda di Simeulue dalam mengelola program sosial. Bantuan yang diberikan meliputi paket kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, hingga uang tunai yang diharapkan dapat membantu meringankan beban hidup sehari-hari. Dalam perspektif SEO, kegiatan seperti ini sangat penting untuk dipublikasikan sebagai inspirasi bagi organisasi kepemudaan lainnya di seluruh Aceh agar terus konsisten dalam jalur pengabdian.
Lokasi pelaksanaan acara sengaja dipilih di tempat yang terbuka agar suasana kekeluargaan lebih terasa. Tawa dan keceriaan anak-anak saat berinteraksi dengan para kakak mahasiswa menjadi pemandangan yang menyejukkan. BAPOMI menyadari bahwa dukungan psikologis berupa perhatian dan kasih sayang jauh lebih berharga bagi anak-anak yatim dibandingkan sekadar bantuan fisik. Oleh karena itu, dalam agenda santunan ini, disisipkan pula sesi bercerita dan berbagi pengalaman mengenai dunia olahraga dan pendidikan tinggi, guna memicu rasa ingin tahu dan ambisi positif bagi generasi penerus di pulau terluar Indonesia ini.
