Kabupaten Simeulue yang terletak di gugusan kepulauan Samudra Hindia memiliki pesona alam laut yang tidak ada habisnya. Bagi para mahasiswa yang tergabung dalam BAPOMI (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia), kekayaan alam ini bukan sekadar tempat untuk berkompetisi, melainkan tanggung jawab yang harus dijaga kelestariannya. Belakangan ini, muncul sebuah gerakan inspiratif yang dikenal sebagai aksi atlet BAPOMI Simeulue, di mana mereka mengintegrasikan kegiatan fisik dengan upaya penyelamatan lingkungan. Gerakan ini membuktikan bahwa seorang olahragawan memiliki peran ganda: sebagai pengejar prestasi di lapangan dan sebagai pelindung ekosistem alam yang menjadi tempat mereka berlatih.
Konsep yang diusung dalam kegiatan ini sangat menarik, yaitu bersihkan pantai sambil olahraga air. Para atlet, terutama dari cabang selancar, dayung, dan renang perairan terbuka, memulai sesi latihan mereka dengan menyisir garis pantai untuk mengumpulkan sampah plastik yang terbawa arus laut. Sambil melakukan pemanasan lari di sepanjang pantai, mereka membawa kantong sampah ramah lingkungan. Hal ini menciptakan pola latihan yang lebih dinamis karena melibatkan gerakan membungkuk, mengangkat, dan membawa beban, yang secara tidak langsung melatih kekuatan otot inti dan ketahanan kardiovaskular para atlet sebelum mereka terjun ke ombak Simeulue yang menantang.
Kegiatan olahraga air di Simeulue memang sangat bergantung pada kebersihan laut. Sampah plastik dan limbah laut lainnya tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga membahayakan keselamatan para perenang dan peselancar karena risiko cedera atau terbelit sampah saat bermanuver di air. Dengan melibatkan atlet BAPOMI, kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan pantai mulai menular ke masyarakat lokal dan para wisatawan. Para mahasiswa ini menjadi contoh nyata bahwa kecintaan terhadap hobi atau profesi harus sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka mengubah persepsi bahwa menjaga kebersihan adalah tugas petugas kebersihan semata, melainkan kewajiban setiap individu yang memetik manfaat dari keindahan laut.
BAPOMI Simeulue sendiri secara konsisten memberikan edukasi mengenai dampak mikroplastik terhadap biota laut dan kesehatan manusia. Aksi bersih-bersih ini sering kali ditutup dengan sesi diskusi ringan atau briefing mengenai taktik olahraga air yang ramah lingkungan. Para atlet diajarkan untuk tidak menggunakan produk kimia yang dapat mencemari air laut dan selalu memastikan bahwa area tempat mereka berlatih lebih bersih saat mereka tinggalkan daripada saat mereka datang. Inisiatif ini juga menarik perhatian berbagai komunitas peduli lingkungan dari luar daerah, sehingga membuka peluang kolaborasi dalam penyelenggaraan ajang olahraga yang berbasis keberlanjutan (sustainable sports events).
