Sebagai wilayah kepulauan yang dikelilingi oleh samudra luas, potensi pengembangan sektor akuatik di Kabupaten Simeulue sangatlah besar. Menyadari hal tersebut, BAPOMI Simeulue mengambil langkah strategis dengan mengedepankan aspek koordinasi sebagai kunci utama dalam memajukan prestasi mahasiswa di bidang bahari. Olahraga bukan lagi sekadar urusan satu organisasi semata, melainkan sebuah ekosistem yang memerlukan kerja sama kolektif. Tanpa adanya sinkronisasi visi antara pengurus organisasi, pihak universitas, dan pemerintah daerah, potensi alam yang begitu kaya di wilayah ini hanya akan menjadi latar belakang tanpa prestasi yang nyata.
Pelibatan berbagai instansi dalam pengembangan program ini menjadi sangat krusial. BAPOMI Simeulue secara aktif melakukan audiensi dan kerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata, hingga pihak keamanan laut untuk memastikan setiap agenda kegiatan memiliki landasan legalitas dan keamanan yang kuat. Kerja sama lintas sektoral ini bertujuan untuk memobilisasi sumber daya yang ada, mulai dari pemanfaatan fasilitas sarana dan prasarana hingga dukungan logistik yang seringkali menjadi kendala di wilayah kepulauan. Dengan adanya dukungan dari berbagai instansi pemerintah, program kerja organisasi dapat berjalan lebih sistematis dan memiliki daya jangkau yang lebih luas kepada seluruh mahasiswa.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah pengembangan sektor olahraga air yang menjadi keunggulan komparatif daerah. Cabang-cabang seperti renang perairan terbuka, selancar, hingga dayung memiliki peluang besar untuk mencetak atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Namun, pengelolaan cabang-cabang ini memerlukan standar keselamatan yang tinggi serta peralatan yang memadai. Melalui koordinasi yang intensif, BAPOMI berupaya agar akses mahasiswa terhadap peralatan olahraga profesional dan pelatih tersertifikasi dapat terbuka lebar. Hal ini juga mencakup pengaturan jadwal latihan di area-area publik agar tidak berbenturan dengan aktivitas ekonomi masyarakat lokal atau sektor pariwisata.
Wilayah Simeulue memiliki karakteristik unik di mana laut adalah bagian dari identitas masyarakatnya. Oleh karena itu, pembangunan olahraga air tidak hanya dipandang sebagai upaya mengejar medali, tetapi juga sebagai cara untuk melestarikan kearifan lokal dan mempromosikan potensi wisata daerah melalui sport tourism. BAPOMI berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan semangat akademik mahasiswa dengan realita lapangan di sektor maritim. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menjadi agen promosi bagi keindahan alam Simeulue kepada masyarakat luas melalui setiap event yang diselenggarakan.
